MOBIL HILANG DITEMUKAN, NASABAH DIPERMAINKAN HABIS-HABISAN: LEASING CLIPANFINANCE TAK BERMANUSIA, SANGGAH KELUARKAN SURAT JIKA TUNGGAKAN TIDAK DILUNASI! - Warta Global Sumsel

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

MOBIL HILANG DITEMUKAN, NASABAH DIPERMAINKAN HABIS-HABISAN: LEASING CLIPANFINANCE TAK BERMANUSIA, SANGGAH KELUARKAN SURAT JIKA TUNGGAKAN TIDAK DILUNASI!

Kamis, 19 Februari 2026

 

PALEMBANG, Rambang Kuang 20 Januari 2026 - WartaGlobal.id  - Romlan warga desa Tambang Rambang memaparkan Kekecewaan nya atas pelayanan lesiang ClipanFinance. Ironi yang menyakitkan yang  dialami Romlan, warga Desa Tambang Rambang, Kecamatan Rambang Kuang, Ogan Ilir. Mobilnya yang raib dicuri akhirnya berhasil ditemukan kepolisian, daerah setempat namun alih-alih mendapatkan keadilan, ia justru terjebak dalam jerat birokrasi yang kejam dan sikap apatis nan arogan pihak kolektor leasing ClipanFinance Kota Palembang. Nasib Romlan bak "bola" yang ditendang sana-sini, dengan syarat yang tak masuk akal dan menyengat: melunasi tunggakan sekaligus sebelum surat pengambilan kendaraan mau diterbitkan.
 
Kisah pilu ini bermula saat rumah Romlan dibobol pencuri. Kunci kontak dan STNK raib, mobil pun lenyap. Dengan sigap, Romlan melapor ke kepolisian pada 20 Januari 2026. Namun, sejak awal, jebakan licik mulai terasa. Aidil, sang kolektor leasing, bukannya membantu justru menyuruhnya menemui asuransi tanpa pernah sekalipun memberikan alamat kantor leasing. Seolah-olah ada niat jahat yang tersembunyi untuk menjauhkan nasabah dari penyelesaian masalah. Di lain waktu, ketika Aidil dikonfirmasi oleh tim WartaGlobal.id melalui telepon dan WhatsApp, pria yang bertindak sebagai kolektor ClipanFinance itu memilih bungkam total, tak bergeming sedikitpun.
 


Kabar gembira datang saat polisi mengabarkan mobil telah ditemukan. Namun, kebahagiaan itu seketika mati dan berubah menjadi amarah yang membara. Polisi meminta surat keterangan dari leasing dan bukti kredit, sebuah syarat yang mustahil dipenuhi Romlan karena pihak leasing tak pernah memberitahu di mana kantor mereka berada. Di sinilah wajah asli dan busuk perusahaan leasing mulai terlihat jelas. Setelah polisi memberitahu Aidil soal penemuan mobil, pria itu justru menghilang bak ditelan bumi, sulit dihubungi sama sekali!
 
Sekitar dua minggu kemudian, pihak leasing akhirnya menghubungi Romlan—bukan untuk membantu, melainkan untuk menagih! Lewat pesan WhatsApp, Indra, kolektor lain yang masih rekan kerja Aidil, menanya dengan enteng: "Kenapa angsuran di bulan ini belum dibayar?"
 
Romlan, yang sudah kalut, meminta toleransi: "Saya minta kebijakan agar angsuran bulan ini diundur."
 
Jawaban Indra justru sinis: "Kenapa mau diundur? Nanti kamu terkena denda kredit."
 
Mendengar itu, Romlan meledak: "Kenapa pihak leasing ClipanFinance selama ini tidak pernah memberitahukan alamat kantor kepada saya? Padahal kendaraan yang dikreditkan atas nama saya hilang!"
 
Alih-alih peduli, Indra justru bertanya balik dengan nada tak tahu apa-apa: "Kenapa kamu tidak bilang kalau kendaraan itu hilang?"
 
Jawaban itu membuat Romlan geram. Bagaimana mungkin Indra, rekan satu kantor Aidil, pura-pura tidak tahu, padahal ia sudah memberitahu Aidil sebelumnya? Romlan yakin, ada skenario kotor dan permainan licik yang sengaja ditutup-tutupi oleh pihak leasing ClipanFinance.
 
Awak media WartaGlobal.id pun mencoba mengonfirmasi Indra demi keseimbangan berita, namun hanya mendapat jawaban yang berbelit-belit dan tak jelas. Indra hanya memberikan alamat kantor tanpa penjelasan memuaskan.
 
Keesokan harinya, dengan semangat yang menyala-nyala, Romlan mendatangi alamat yang diberikan untuk meminta surat keterangan guna mengambil mobilnya. Namun, apa yang didapat? Ia justru disambut dengan wajah kurang bersahabat nada bicara yang tinggi  dan terkesan angkuh oleh Erik, atasan Indra. Terjadilah perdebatan panas.
 
"Kenapa pihak leasing selama ini tidak pernah memberitahu keberadaan kantor ClipanPaiance? Bahkan saya minta foto BPKB saja tidak pernah dikasih!" serang Romlan.
 
Erik dengan arogan menyangkal, "Foto BPKB dan alamat kantor ClipanPaiance sudah dikirimkan Aidil kepadamu." Erik pun menuntut pelunasan seluruh tunggakan beserta denda jika ingin surat itu diterbitkan.
 
Romlan tak tinggal diam. "Mana buktinya? Kalau memang benar, pertemukan saya dengan Aidil sekarang juga!" ujar Romlan menantang. Namun, Erik menolak mentah-mentah menghadirkan Aidil, semakin mengukuhkan dugaan adanya sesuatu yang disembunyikan.
 
"Dengar baik-baik! Selama ini saya tidak pernah kredit macet! Saya bukan tidak mau  bayar tapi minta diundur karena mobil saya hilang! Bagaimana mungkin saya membayar sesuatu yang tidak ada, sementara saya sudah melapor ke asuransi sebelum mobil ditemukan?" tegas Romlan. 
 
Alih-alih bernegosiasi, Erik malah terkesan mengusir dengan menyuruh Romlan mendatangi kantor operasional lain. Dengan putus asa, Romlan mendatangi lokasi yang diarahkan, namun lagi-lagi ia dihidangkan tembok birokrasi. Customer service dengan santainya berkata, "Kami tidak bisa mengeluarkan surat keterangan kendaraan  karena terkunci sistem."
 
Kesabaran Romlan akhirnya habis. "Jika dari awal saya diberitahu alamat leasing, mungkin kejadiannya tidak seperti ini. Bahkan pada saat itu saya tidak punya tunggakan atau denda sama sekali!" pungkasnya dengan nada kecewa yang mendalam.
 
Lagi-lagi Romlan dijadikan bola pingpong. Customer service menyuruhnya menghubungi Erik kembali. Ketika WartaGlobal.id mengonfirmasi Erik lewat telepon, pria itu hanya menjawab dingin tanpa rasa tanggung jawab: "Tidak bisa, bukankah kemarin sudah saya sampaikan."
 
Sikap Erik yang tak mau berkompromi ini semakin membuktikan bahwa bagi pihak leasing ClipanPaiance, nasib nasabah hanyalah angka, bukan manusia yang butuh pertolongan. Romlan merasa dipermalukan dan dipermainkan habis-habisan oleh sistem yang tak berperikemanusiaan.



Pewarta: Iwan S

KALI DIBACA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar