
OGAN ILIR – Berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat setempat, tembok penahan tanah pada ruas jalan Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, baru dibangun beberapa minggu sudah pecah retak-retak dan melepu Jumat, 14 Agustus 2026. Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media turun langsung ke lokasi guna memastikan keadaan yang sebenarnya.
Dari pantauan di lapangan, struktur tembok beton hancur berantakan. Campuran adukan semen dan batu tidak menyatu secara padat, terlihat renggang, dan mudah terurai. Kerusakan ini turut berdampak pada badan jalan aspal yang berada di dekatnya, terlihat retak menganga dan berpotensi semakin rusak sewaktu-waktu. Keadaan ini memperkuat dugaan bahwa pekerjaan pembangunan tembok penahan tersebut diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak mengikuti standar teknis yang seharusnya berlaku.
Perlu diketahui, jalan ini merupakan akses penghubung utama antar Kecamatan Rambang Kuang dan Kecamatan Muara Kuang. Kondisi yang rusak parah membuat warga yang melintas merasa sangat cemas dan was-was setiap kali melewati jalur tersebut, khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan.
Masyarakat di sekitar lokasi mengaku tidak mengetahui identitas pihak pelaksana, sumber anggaran, serta nama program yang melatarbelakangi pekerjaan tersebut. Hal ini dikarenakan tidak ditemukannya papan informasi proyek, nama kontraktor, maupun keterangan teknis lain yang lazim terpasang pada setiap pembangunan yang menggunakan sumber daya publik.
“Kami melihat pekerjaan berlangsung, namun tidak ada keterangan tertulis apa pun di lokasi. Belum lama selesai dikerjakan, tembok sudah pecah-pecah, retak-retak, dan melepuh seperti ini. Terlihat jelas pengerjaannya tidak teliti dan tidak memenuhi standar. Padahal ini jalan utama ke dua kecamatan, kami jadi takut lewat sini,” ujar salah satu warga.
Kondisi kerusakan ini dinilai sangat mengganggu sekaligus membahayakan keselamatan pengguna jalan. Apabila turun hujan lebat, dikhawatirkan longsoran akan semakin meluas dan memutus akses penghubung antarwilayah secara total.
Warga meminta instansi berwenang untuk segera menelusuri kejelasan proses pembangunan, meninjau kelayakan teknis pekerjaan, serta meminta pertanggungjawaban pihak terkait guna memulihkan kerusakan sesuai prosedur dan standar yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang mengerjakan maupun instansi pembina terkait peristiwa tersebut.
Pewarta: Iwan s
KALI DIBACA



.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar