
PAYARAMAN, OGAN ILIR — 1 September 2026 — SMA Negeri 1 Payaraman, yang akrab disapa SAMSAPA, Kabupaten Ogan Ilir, menjalankan tradisi istimewa setiap hari Selasa hingga Kamis pagi. Sebelum memulai kegiatan belajar mengajar, seluruh siswa terlebih dahulu melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an melalui program "Literasi Pagi Mengaji".
Program ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan strategi terukur sekolah untuk memastikan tidak ada siswa yang lulus dari SMAN 1 Payaraman dalam keadaan buta aksara Al-Qur'an.
Kepala Sekolah SMAN 1 Payaraman, Sugiyarto, S.Pd., M.S.I., M.Pd., menjelaskan bahwa sekolah menerapkan sistem pembagian kelompok berdasarkan tingkat kemampuan siswa agar pendampingan lebih tepat sasaran:
- Kelompok A (Mahir): Mendapatkan pendalaman tajwid, tahsin, serta program hafalan Al-Qur'an
- Kelompok B (Belum Mahir): Dilatih untuk melancarkan bacaan dan memperbaiki ketepatan makhrajul huruf
- Kelompok C (Belum Bisa): Dibimbing secara personal mulai dari pengenalan huruf hijaiyah menggunakan metode Iqra
"Kami ingin memastikan seluruh anak didik kami di SAMSAPA mendapatkan hak pendidikan spiritual yang sama. Dengan pembagian kelompok ini, siswa yang belum bisa tidak akan merasa minder, dan yang sudah mahir bisa terus berkembang," ujar Sugiyarto.
Melalui konsistensi pelaksanaannya, program Literasi Pagi Mengaji ini diharapkan menjadikan SMAN 1 Payaraman tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga tumbuh sebagai sekolah rujukan yang berkarakter islami di Kabupaten Ogan Ilir.
Pewarta: Iwan s
KALI DIBACA



.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar